Jakarta — Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta bekerja sama dengan LPPM Universitas PTIQ Jakarta dan Ma’had Aly As’adiyah Sengkang menyelenggarakan kegiatan bedah buku bertajuk “Dari Athena Sampai Nusantara: Pengantar Filsafat Dunia tentang Manusia, Nalar, Agama dan Kekuasaan” karya Al Makin pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Lantai 2 Universitas PTIQ Jakarta mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.
Acara yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti oleh sekitar 173 peserta secara luring, serta peserta daring dari berbagai daerah. Peserta terdiri atas mahasiswa, masyarakat umum, akademisi, serta mahasantri Ma’had Aly dan Pesantren As’adiyah Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut menjadikan forum diskusi berlangsung dinamis dan interaktif.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana, Dr. Abd. Muid N, yang menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku ini merupakan bagian dari penguatan budaya akademik, literasi, dan tradisi diskusi ilmiah antar lembaga pendidikan Islam. Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan baik secara luring maupun daring.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Direktur Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Dr. H. Darwis Hude. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya membangun tradisi intelektual yang terbuka, dialogis, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman serta keilmuan Al-Qur’an.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu penulis buku Prof. Al Makin serta Prof. Dr. Zainun Kamaluddin Fakih. Diskusi dipandu oleh Dr. Ikhlas Budiman selaku moderator.
Dalam pemaparannya, Prof. Al Makin menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan ringkasan dari perjalanan akademik dan pengalaman intelektualnya selama kurang lebih 25 tahun menekuni kajian filsafat. Buku itu mulai ditulis setelah dirinya menyelesaikan tugas sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, ketika memiliki lebih banyak waktu untuk menulis dan merefleksikan perjalanan pemikirannya.
Ia menegaskan bahwa buku tersebut sengaja ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pembaca pemula yang ingin mengenal dunia filsafat.
Secara umum, buku ini mengulas pengertian filsafat serta peta perjalanan filsafat dunia sepanjang sejarah, mulai dari tradisi demokrasi Athena hingga transformasi dan perjumpaannya dengan tradisi intelektual Nusantara. Menurutnya, pembahasan filsafat perlu dimulai dari Athena karena tradisi filsafat yang ditulis secara sistematis pertama kali berkembang di Yunani, khususnya Athena.
Prof. Al Makin juga menekankan pentingnya mempelajari filsafat dalam konteks kebangsaan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Republik Indonesia dibangun di atas fondasi pemikiran filosofis. Para pendiri bangsa, seperti Mohammad Hatta dan Mohammad Yamin, merupakan pembaca bahkan penulis pemikiran filsafat yang turut memberi arah bagi konstruksi bangsa Indonesia modern.
Selain itu, beliau menjelaskan bahwa dalam sejarah Islam, kemajuan peradaban Islam tidak dapat dilepaskan dari keberanian para penguasa Muslim pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah dalam menerjemahkan serta mempelajari filsafat. Tradisi filsafat kemudian memberi warna besar terhadap perkembangan pemikiran Islam di berbagai bidang.
Dalam konteks keindonesiaan, Prof. Al Makin menjelaskan bahwa Nusantara merupakan ruang perjumpaan beragam tradisi filsafat dunia, mulai dari filsafat Yunani, Yahudi, India, China, hingga tradisi Islam dan Barat. Karena itu, Indonesia dapat dipahami sebagai wilayah pertemuan pemikiran lintas benua dan lintas peradaban.
Sementara itu, Prof. Zainun Kamaluddin Fakih dalam tanggapannya menyoroti pentingnya penguatan tradisi berpikir kritis dan dialog intelektual di lingkungan akademik Islam. Menurutnya, kajian filsafat perlu dipahami sebagai sarana memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap realitas sosial, keagamaan, dan kebangsaan.
Namun demikian, beliau juga menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan PTIQ harus tetap kembali kepada perspektif Al-Qur’an. Hal tersebut karena core keilmuan Universitas PTIQ Jakarta berlandaskan pada studi dan pengkajian Al-Qur’an. Dengan demikian, keterbukaan terhadap pemikiran filsafat dan perkembangan ilmu pengetahuan perlu tetap diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai Qur’ani sebagai basis utama keilmuan di PTIQ.
Melalui kerja sama antara Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, LPPM Universitas PTIQ Jakarta, dan Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya akademik, tradisi literasi, serta ruang dialog ilmiah yang produktif dan konstruktif di lingkungan perguruan tinggi dan pesantren.

