Jakarta, 20 April 2026 – Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan bertaraf internasional bertajuk “The Role of Pesantren in Shaping Values: Dialogue and Friendship” yang berlangsung pada pukul 15.00–18.00 WIB di Pondok Pesantren Ashidiqiyyah, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara VU Amsterdam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta, Pondok Pesantren Ashidiqiyyah, serta Santri Mengglobal. Kegiatan ini menjadi ruang dialog lintas budaya dan lintas disiplin dalam membahas peran strategis pesantren dalam membentuk nilai-nilai sosial dan keagamaan dan ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.
Sebanyak 17 peserta dari Belanda yang tergabung dalam Executive MBA Short Course: Leading with Purpose dari kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda turut hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari profesor, akademisi, praktisi bisnis, serta entrepreneur. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh akademisi dari Universitas Indonesia, serta perwakilan dari Pondok Pesantren Ashidiqiyyah dan Yayasan Santri Mengglobal Nusantara.
Rangkaian kegiatan meliputi sesi networking and social gathering, focus group discussions/informal dialogue, serta kunjungan langsung ke lingkungan pesantren (pesantren visit) untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai kontribusi pesantren dalam membangun nilai-nilai moderasi, etika, dan penguatan ekonomi masyarakat Indonesia.
Kegiatan ini diawali dengan paparan profil dan cita – cita Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta oleh pengasuh pesantren, KH. Ahmad Mahrus Iskandar, B.Sc. Dalam paparanya Kiai Mahrus menegaskan ikhtiar pesantren untuk terus melahirkan santri lulusan pesantren yang siap menjawab tantangan global. ‘Asshiddiqiyah akan terus menjadi pesantren yang berkomitmen menyiapkan santri yang berakhlakul karimah dan berwawasan global’
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta, Dito Alif Pratama, M.A., Ph.D (Cand), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran pesantren di tingkat global. “Pesantren memiliki kekuatan nilai yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam menjawab tantangan global. Melalui forum ini, kami ingin menegaskan posisi pesantren sebagai pusat pembentukan karakter, etika, dan nilai-nilai keislaman yang inklusif serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta sebagai jembatan kolaborasi akademik internasional berbasis pesantren,” ujarnya.
Dalam kesempatan lain, Koordinator kegiatan ini dari VU Amsterdam, Prof. dr. ir. Elco van Burg, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memahami sistem pendidikan berbasis nilai. “Kami melihat pesantren sebagai model pendidikan yang unik dan kaya nilai. Kegiatan ini membuka peluang dialog yang konstruktif antara dunia akademik internasional dan tradisi pendidikan Islam di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan pemahaman baru, serta peluang kerja sama di bidang riset, pendidikan, dan pengembangan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta ingin menegaskan kembali posisinya sebagai pusat pengembangan kajian keislaman berbasis pesantren yang berdaya saing global, sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional yang berkontribusi pada penguatan tridarma perguruan tinggi.