Selangkah Lagi Menuju Universitas PTIQ Jakarta

Jakarta (25/11/2022) – Dalam rangka perubahan status dari Institut menjadi Universitas, PTIQ menggelar asesmen lapangan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh elemen pimpinan Institut PTIQ Jakarta serta tim asesor dari Kementerian Agama.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan dibacakannya ayat Suci Al-Qur’an, yang dilantunkan oleh Ananda Muhammad Al-Ghazali, mahasiswa Fakultas Tarbiyah, Juara MTQ Nasional Ke 26 Tahun 2016 Lombok Nusa Tenggara Barat. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Institut PTIQ Jakarta yang dipimpin oleh Ibu Dr. Aas Siti Sholichah, M.Pd.

Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Al-Qur’an (YPA) Bapak H. Ponco Sutowo. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa PTIQ masih perlu terus berkembang, karena untuk memberikan sumbangan terhadap masyarakat, kajian keagamaan tidak bisa dibatasi hanya dengan ilmu-ilmu keagamaan saja, justru perlu mewarnai ilmu-ilmu lain dengan al-Qur’an. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, perlu wadah yang lebih memumpuni, yaitu dalam bentuk universitas. Dan untuk melakukan transformasi dari Institut menjadi Universitas diperlukan dukungan dari banyak pihak, terutama dari Kementerian Agama (Kemenag).

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan proposal alih status dari Institut PTIQ Jakarta menjadi Universitas PTIQ Jakarta, yang diwakili oleh Kepala Biro Akademik Bapak Dr. Made Saihu, M.Pd.I. yang menggantikan Rektor Institut PTIQ Jakarta yang berhalangan hadir secara fisik, namun tetap terhubung melalui Zoom dari Madinah, Arab Saudi.

Setelah pemaparan tersebut, dilanjutkan dengan Arahan sekaligus Review Usulan Perubahan Bentuk oleh Dirjen Pendidikan Islam sekaligus Ketua Tim Penilai Perubahan Bentuk yaitu Prof. Dr. Ali Ramdhani. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa sejatinya Kementrian Agama dan PTIQ memiliki visi yang sama dalam mengembangkan keilmuan Islam di Indonesia. Bahwa keinginan PTIQ bertransformasi menjadi universitas adalah amanat besar untuk menyebarkan gagasan yg lebih luas dengan institusi yg lebih kokok yaitu universitas. Menurutnya, Salah satu ciri khas perguruan tinggi selain penguatan keilmuan adalah penguatan lembaga. Terakhir, beliau menyampaikan selamat kepada Institutu PTIQ Jakarta yang akan segera bertransformasi menjadi Universitas PTIQ Jakarta, “Semoga SK-nya segera terbit” Pungkasnya.

Selanjutnya sambutan dari rektor Institut PTIQ Jakarta, yang beliau sampaikan melalui Zoom dari kota Madinah, Arab Saudi. Dalam sambutannya beliau menceritakan pengalaman beliau saat menghadiri forum KTT G20, khususnya di bidang agama yaitu Religion 20 (R20). Saat ini banyak permintaan dari negara-negara minortitas Muslim, kepada Indonesia untuk mengirimkan imam-imam ke negera mereka. Dan PTIQ adalah kampus yang paling representatif menyediakan itu.

Setelah itu, Review usulan perubahan bentuk oleh penilai II dan III Satu persatu instrumen direview dan dikomentari oleh para asesor, kemudian dijawab oleh Kepala Biro Akademik, dan juga Wakil Rektor I bidang Akademik. Setelah proses yang cukup panjang, sampailah pada penilaian akhir bahwa Institut PTIQ Jakarta memenuhi syarat untuk beralih status menjadi Universitas PTIQ Jakarta.

Terakhir, Surat rekomendasi alih status Institut PTIQ Jakarta menjadi Universitas PTIQ Jakarta ditandatangani oleh Ketua Dewan Pembina YPA Bapak H. Ponco Sutowo, Rektor Institut PTIQ Jakarta yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Bapak Dr. Imam Addaruqutni, M.A., kemudian dari tim penilai yaitu Dr. H. Thobib Al Asyhar, M.Si dan Dr. A Rafiq Zainul Mun’im, M.Fil.I.

Oleh Muhamad Ibtissam Han, M.A.
Kabag IT & Humas Institut PTIQ Jakarta

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these