Home / Berita / Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. Beri Kuliah Umum di Program Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta

Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. Beri Kuliah Umum di Program Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta

Jakarta (25/09/2021) – Program Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta menyelenggarakan kuliah umum dan orientasi mahasiswa baru pada 25 September 2021 secara daring melalui Zoom. Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara Marsati Alhasim, dilanjutkan dengan menampilkan lagu Indonesia Raya dan Mars Institut PTIQ Jakarta dan pembacaan ayat Suci Al-Qur’an oleh Qariah Muda Mimi Jamilah.

Selanjutnya sambutan dari direktur pascasarjana Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. H. M. Darwis Hude, M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya menyelesaikan perkuliahan tepat waktu, karena saat ini perkuliahan sudah terikat oleh sistem digital di mana sudah tidak ada lagi toleransi seperti pada masa ketika masih manual. Beliau juga mengutip sebuah frasa latin yang digunakan sebagai motto Olimpiade “Citius, Altius & Fortius” yang berarti “lebih cepat, lebih tinggi, dan lebih kuat”. Beliau berharap mahasiswa mampu menerapkan konsep tersebut dalam perkuliahan, yaitu menjadi yang tercepat dalam menyelesaikan, menjadi lebih tinggi dalam nilai perkuliahan dan lebih kuat dalam mengkaji keilmuannya.

Setelah pembukaan ditutup dengan doa oleh Dr. H. Muhammad Hariyadi, M.A., Kaprodi S3 IAT. acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang dipandu oleh, Dr. Abd Muid Nawawi, M.A., Kaprodi S2 IAT, dan Pembicara Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., Kepala Organisasi Riset (OR) Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (IPSH). Kuliah umum ini mengusung tema “Rumusan Pesan Qur’anik untuk Relasi Antaragama yang Konstruktif”.

Dalam pemaparannya beliau menyampaikan pentingnya kerukunan tidak hanya antar agama melainkan intra agama. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan PPIM misalnya menunjukkan bahwa sikap emphaty kepada eksternal agama lebih besar dibanding kepada mereka yang ada di internal agamanya namun berbeda pandangan keagamaan.

Adapun berkaitan dengan tema kuliah umum di atas beliau memaparkan setidaknya ada 5 dalil dalam al-Qur’an yang umum digunakan oleh Masyarakat Muslim terkait dengan hubungan antar agama. Mulai dari QS Al-Ankabut ayat 46 yang menekankan untuk tidak berdebat dengan ahlul kitab, kemudian QS Al-Kafirun ayat 1-6 yang menekankan untuk tidak menginterfensi aspek teologis dari agama orang lain, kemudian Al-Maidah ayat 48 yang menekankan untuk lebih berlomba-lomba dalam kebaikan bukan saling memusuhi, kemudian QS Al-Anbiya ayat 107 yang menekankan konsep rahmatan lil alamin dan terakhir Al-Baqarah 120 yang kerap sekali diartikan sebagai dalih pertumpahan darah.

Setelah pemaparan tersebut dibuka pula sesi tanya jawab dan ditutup dengan closing statement:

“Tempatkan agama pada tempat yang terhormat, tidak hanya menjadi pelengkap akhlak dan doa penutup. Melainkan harus bisa ikut aktif melakukan inovasi pembangunan pada masalah sosial, ekonomi, dan politik.” Pungkasnya.

Oleh:
Muhamad Ibtissam Han
(Kabid IT & Humas Institut PTIQ Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top