KPU Jaksel Gelar Sosialisasi Pemilu 2019 di Kampus Institut PTIQ Jakarta

KPU Jaksel Gelar Sosialisasi Pemilu 2019 di Kampus Institut PTIQ Jakarta

Warta PTIQ – Menjelang pemilihan umum (pemilu) 2019, Himpunan Mahasiswa Dakwah (HIMADA) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Institut PTIQ Jakarta menggelar acara sosialisasi dan pendidikan pemilih, Rabu (27/02/2019). Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Selatan.

Acara yang bertempat di Auditorium Kampus Institut PTIQ Jakarta lantai 2 ini dikuti oleh perwakilan kelas, perwakilan fakultas dan delegasi dari tiap organisasi internal kampus dan luar kampus. Peserta sosialisasi dengan tema “Pemilih Cerdas, Pemilu 2019 Berintegritas” ini hampir mencapai 170 orang yang memenuhi ruang aula.

Menurut Ikang Fauzi, mahasiswa semester 6 Fakultas Dakwah sekaligus moderator dalam acara ini, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membangun karakter mahasiswa agar tidak golput dan membuat mahasiswa tahu urgensi dari pemilu kali ini.

Sementara itu, Ketua HIMADA, M. Umar Bayasin, dalam sambutannya mengatakan diadakannya acara ini karena melihat pentingnya sosialisasi dalam ranah pendidikan mahasiswa untuk menjadi pemilih yang cerdas dan berkualitas dalam menyikapi kondisi pemilu serentak 17 April 2019.

Dengan penuh semangat, ketua DPM PTIQ, Irfandy Akbar menyatakan dalam sambutannya, “Siap mengawal dalam hal Mahasiswa PTIQ siap menjadi gardan terdepan dan menolak adanya hoaks terpopuler di media, juga menghimbau mahasiswa khususnya untuk selalu ikut andil berfikir kritis dan dinamis demi kepentingan dan kemajuan negara.”

Penyerahan Cinderamata

Dekan Fakultas Dakwah, H. Topikurahman Bedowi, MA, dalam sambutannya mengapresiasi acara ini dan menyambut baik adanya sosialisasi ini. “Kegiatan sosialisasi KPU Jakarta Selatan ini menjadi hal penting dalam proses pembelajaran tentunya pembelajaran pendidikan pemilih, supaya menjadikan mahasiswa tidak acuh terhadap negara, juga memiliki integritas tinggi menyambut pemilu damai dan kegiatan sosialisasi ini berkelanjutan tentunya untuk pengembangan wawasan mahasiswa PTIQ Jakarta,” tegasnya.

Hadir sebagai narasumber dalam acara ini, Ketua KPU Jakarta Selatan, Agus Sudono, M.Si, dan Achmad Fakhrudin, M.Si, ketua Prodi Komunikasi & Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Institut PTIQ.

Agus Sudono menjelaskan bahwa pemilu merupakan prasyarat demokrasi, bernegara, dan satu-satunya pintu masuk dalam memilih pemimpin dan atau wakil rakyat. “Pemilu kali ini akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota (Kecuali DKI),” lanjutnya.

Banyak hal lain juga yang disampaikan oleh Pak Agus terkait pemilu 2019 ini. Ia menyampaikan bahwa yang berhak memilih dalam pemilu 2019 ini ialah WNI yang telah berusia sekurang-kurangnya 17 Tahun atau sudah/pernah kawin, terdaftar sebagai pemilih dalam daftar pemilih, tidak sedang dicabut hak memilihnya oleh Pengadilan, bukan anggota TNI/Polri, tidak sedang terganggu jiwa/sakit jiwa (dibuktikan dengan surat keterangan dokter),  dan pemilih di daftar sesuai dengan domisili di wilayah administratif pemilih yang dibuktikan dengan KTP Elektronik.

Sementara Pak Fakhrudin menyampaikan 11 ciri pemilih cerdas, yaitu di antaranya adalah memastikan nama terdaftar sebagai pemilih, menolak politik uang, politik sembako dan hoaks, serta mengetahui jenis dan warna surat suara yang digunakan pada pemilu kali ini.

Foto lainnya bisa diakses di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *