السلام عليكم ورحمة الله وبركاته          Mau Kuliah Plus Menghafal Al-Qur'an? Ke PTIQ aja.
Home / Berita / KONFERENSI INTERNASIONAL: METODE PROFETIK DALAM KAJIAN AL-QUR’AN

KONFERENSI INTERNASIONAL: METODE PROFETIK DALAM KAJIAN AL-QUR’AN

KONFERENSI INTERNASIONAL: METODE PROFETIK DALAM KAJIAN AL-QUR’AN

Sabtu, 15 Februari 2020, Program Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta menggelar Konferensi Internasional. Acara yang bertajuk Metode Profetik dalam Kajian Al-Qur’an ini dilaksanakan sebagai kuliah perdana semester genap. Peserta dihadiri oleh mahasiswa/I program pascasarjana baik jenjang magister dan doktoral. Mereka  memenuhi ruangan Aula Kampus Institut PTIQ Jakarta untuk mendengarkan pembicara yang berasal dari Suriah dan Mesir.

Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, M.Si., Direktur Program Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta, dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya persiapan dalam menuntut ilmu. Ia menekankan tentang enam bekal yang harus dimiliki seorang penuntut ilmu yaitu, intelektualitas, curiosity yang tinggi, tekun, dana, bimbingan guru, dan waktu.

Acara ini diawali dengan perkenalan program studi yang disampaikan oleh Kaprodi Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (Dr. Abd. Muid N, MA,), Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Islam (Dr. Akhmad Shunhaji, M.Pd.I), dan Kaprodi Doktor Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (Dr. Nur Arfiyah Febriani, MA).

Konferensi ini dimoderatori oleh Kepala Biro Bidang Akademik Institut PTIQ, Dr. Muhammad Hariyadi, MA. Narasumber pertama dalam konferensi ini, Syeikh Dr. Wail Abdul Qadir, menyampaikan tentang metode Nabi dalam mengkaji Al-Qur’an. Dr. Wail menjelaskan bahwa salah satu tradisi Nabi dalam membaca Al-Qur’an ialah tidak cepat ketika membacanya, mempelajari secara bertahap, memberi perhatian terhadap ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an, serta harus ikhlas dalam memperlajarinya. “Tidak kalah penting, konsisten mengamalkan isi Al-Qur’an,” lanjutnya. Ia menceritakan di mana saat wahyu turun, Nabi selalu meminta menuliskan Al-Qur’an dan segera mempraktekkan ayat yang turun.

Sementara itu, Syeikh Dr. Syaraf Ali Utsman Ibrahim, sebagai narasumber ke dua memaparkan tentang urgensi talaqqi Al-Qur’an dan Qiraat. Menurutnya, Qiraat mengikuti turunnya Al-Qur’an dan bisa didapat dari talaqqi. Cara talaqqi yang Nabi gunakan ialah membacakan dan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an kepada sahabat. “Cara itulah yang dipakai dalam ilmu Qiraat sehingga sanad tersu tersambung,” terang Dr. Syaraf. Ia juga menjelaskan hadis tentang Al-Qur’an yang turun dalam tujuh huruf. Hadis ini, menurutnya, menepis anggapan orientalis yang menganggap perbedaan qiraat karena rasm Utsmani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top