Ajak Wujudkan Perdamaian, Kedubes Mesir Hadiri Seminar Internasional di PTIQ

Ajak Wujudkan perdamaian, Kedubes Mesir Hadiri Seminar Internasional di PTIQ

Warta PTIQ  – Mengawali tahun baru 2019, Kedubes Mesir untuk Indonesia bekerjasama dengan Institut PTIQ Jakarta menggelar seminar internasional . Seminar yang dilaksanakan pada Rabu, 2 Januari 2019 ini mengangkat tema “Kebangsaan dan Kedamaian Sosial Antara Moderasi Islam dan Tantangan Zaman Kontemporer”.

Acara yang digelar di Aula Institut PTIQ Jakarta ini dihadiri oleh enam narasumber dari Indonesia dan Mesir. Mewakili Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA bersama Prof. Dr. Amany Lubis, MA menjadi narasumber dalam acara ini. Dari Mesir diwakili oleh Sayyid Amr Mu’awwad, Duta Besar Mesir untuk Indonesia bersama Syaikh Muhammad Al Husaini Farj, Syaikh Muhammad Abdul Aziz Ads dan Syaikh Ahmad Al Misry.

Peserta seminar yang hampir memenuhi ruangan aula berkapasitas 500 orang lebih ini sangat antusias mengikuti jalannya seminar. Dr. Muhammad Hariyadi, sebagai moderator dalam seminar ini mamandu rangkaian acara dengan bagus.

Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA dalam orasinya menyampaikan kegelisahan dirinya di mana banyak negara timur tengah mengalami konflik perang saudara. Ia menyebut Suriah dan Yaman sebagai contoh nyata di mana, menurutnya, telah terjadi pelanggaran HAM terparah di negara tersebut.

Karena itu, Indonesia merupakan harapan untuk kembalinya umat Islam menjadi umat yang berjaya. “Harapan ada di Indonesia, mampukah Indonesia menjadi contoh? Indonesia perlu mempersiapkan diri,” ungkapnya.

Inilah yang kemudian menjadi pokok dalam seminar ini sehingga Sayyid Amr Mu’awwad mengatakan bahwa penyebab negara-negara timur tengah yang berkonflik itu karena jauh dari wasatiyah islam (pemahaman islam yang moderat) dan menjadikan Islam sebagai alat politik.

Tidak jauh beda, Syaikh Al Husaini juga menyampaikan bahwa cinta negara adalah fitrah di mana Nabi Muhammad Saw. sendirilah yang mengajarkan nilai-nilai kebangsaan ini. Ini dibuktikan dengan adanya piagam Madinah yang terkenal dalam sejarah umat Islam.

Prof. Amany menyampaikan tentang kaitan moderasi Islam dan demokrasi. Ia menitikberatkan bahwa moderasi Islam bisa dicapai dengan demokrasi yang biasanya dianut oleh negara bangsa. Hal ini karena dalam negara bangsa biasanya terdiri dari kebangsaan, demokrasi, masyarakat madani dan partai politik.

Sementara itu, Syaikh Mahmud dan Syaikh Ahmad menekankan betapa Islam memerintahkan pemeluknya untuk berbuat baik kepada seluruh manusia bukan hanya sesama Islam bahkan umat Islam diperintahkan untuk berbuat baik kepada makhluk lain semisal hewan dan tumbuhan. Inilah ajaran Islam.

Maka, melalui seminar ini diharapakan terwujudnya masyarakat yang memiliki rasa kebangsaan untuk terciptanya perdamaian di berbagai negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *