Institut PTIQ Mewisuda 355 Mahasiswa

Warta PTIQ – Sabtu 8 Desember 2018, Institut PTIQ Jakarta melaksanakan Wisuda untuk tingkat strata 1 ke-21, strata 2 ke-13 dan strata 3 ke-6. Seremonial tahunan yang digelar di gedung Jakarta Convention Centre (JCC) ini diikuti oleh 355 wisudawan dan wisudawati dengan rincian sebagai berikut:

  1. Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah : 26  orang
  2. Program Studi Ekonomi Syariah : 34 orang
  3. Program Studi Pendidikan Agama Islam : 71 orang
  4. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini : 68 orang
  5. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam : 22 orang
  6. Program Studi Manajemen Dakwah : 19 orang
  7. Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir S.1 : 29 orang
  8. Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir S.2 : 16 orang
  9. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam S.2 : 52 orang
  10. Program Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir S.3 : 18 orang

Selain dihadiri oleh pengurus Yayasan Pendidikan Al-Qur’an (YPA), acara wisuda ini juga dihadiri oleh Asisten Kesra Sekda DKI Jakarta Artal Reswani serta Chairul Tanjung sebagai penyampai orasi ilmiah.

Dalam rangkaian wisuda sarjana ini juga diikuti dengan wisuda Hafizh bagi wisudawan yang  berhasil menghafal Al-Qur’an 30 Juz dan diberi penghargaan langsung oleh Ketua Badan Pembina YPA, Pontjo Sutowo.

Rektor Institut PITQ Jakarta, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA. dalam laporannya menyampaikan pesan kepada para wisudawan agar senantiasa bertakwa kepada Allah dan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah di Institut PTIQ Jakarta hendaknya dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kebajikan, kemaslahatan dan kepentingan masyarakat, agama, bangsa dan negara. Jadilah kalian sebagai pelayan umat, karena nama baik kalian akan abadi dikenang oleh masyarakat, agama bangsa dan negara, terkhusus almamater. Semoga ilmu yang kalian miliki menjadi ilmu yang bermanfaat, yang dapat menuntun pada jalan kebaikan dunia maupun akhirat.

Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (CT), menyemangati para wisudawan Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta terkait kewirausahaan atau entrepreneur. CT menyebut potensi bisnis ekonomi keumatan sedang laris-larisnya.

CT menyampaikan kegelisahannya di mana jumlah pengusaha muslim Indonesia sangat sedikit yang menyebabkan umat Islam saat ini secara ekonomi lemah dan tertinggal di berbagai bidang kehidupan. Padahal menurut data yang dia sampaikan populasi umat Islam  mencapai 228 juta atau sekitar 87% dari populasi penduduk Indonesia.

Karena itu, CT berpesan, “Sebagai mahasiswa, janganlah kalian tergiur dengan budaya instan karna tak akan menghasilkan apapun, melalui kerja keras, disiplin, produktif, inovatif dan efisiensilah yang akan membantu membuka gerbang bagi perekonomian bangsa.”

Guru Besar, Rektor, Wakil Rektor, dan Dekan di Institut PTIQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *