Berita PTIQ, Jakarta – Sabtu, 18 November 2017, Institut PTIQ Jakarta kembali menggelar wisuda program S1, S2, S3. Wisuda yang diikuti oleh 386 mahasiswa dari lima fakultas ini dilaksanakan di Merak Room Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC).

Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, dalam sambutannya menyampaikan kepada Wisudawan dan Wisudawati bahwa di usia yang ke 45 tahun, PTIQ telah banyak berprestasi. Salah satunya, dengan banyak mengirim lulusan PTIQ untuk menjadi imam ke luar negeri.

“Alhamdulillah di umur PTIQ yang sudah menginjak angka 45 tahun. Kita telah mengukir banyak prestasi. Baru saja kita mengirim beberapa imam ke luar negeri. Bahkan, sekarang mungkin komoditi ekspor terbaik kita (Indonesia) adalah imam,” katanya.

“Dan kita mengirim bukan hanya ke negara Amerika dan Eropa saja tapi negara muslim juga. Baru kita memberangkatkan 7 orang ke Qatar dan negara – negara sekitarnya,” sambungnya.

Dalam wisuda yang mengangkat tema ‘Paradigma Qurani Menuju Kesejahteraan Bangsa’ itu dihadiri juga oleh Menteri BUMN, Rini M Soemarno serta sejumlah tamu-tamu undangan penting lainnya, seperti Duta Besar Arab Saudi dan Iran untuk Indonesia.

Nasarudin juga mengapresiasi kiprah Menteri Rini yang selama ini berkontribusi terhadap kemajuan PTIQ. “Karena beliau telah banyak melakukan sesuatu langsung tidak langsung untuk PTIQ. Beliau telah menghasilkan rumah untuk imam dan muaizin serta mempercayakan masjid-masjid BUMN terhadap PTIQ,” jelas rektor yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu.

Menteri BUMN Rini Soemarno dalam orasi ilmiah menyampaikan, kehadiran PTIQ sangat dibutuhkan untuk umat Islam di Indonesia. Sebagai salah satu institusi yang mengedepankan pendidikan agama Islam di Indonesia, PTIQ telah melengkapi kebutuhan umat Islam dengan baik.

“Kami berharap kedepannya PTIQ bisa memenuhi kebutuhan imam di tanah air. Sebab, jumlah masjid dan mushala yang berada di Indonesia utamanya daerah pelosok sangat banyak. Di sana butuh sentuhan-sentuhan alumni PTIQ,” jelas Rini.

Tidak hanya itu, lanjut Rini, civitas PTIQ juga sangat dibutuhkan dalam penglolaan BUMN secara profesional. Para civitas PTIQ juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai moral di setiap lingkungan BUMN.

“Dengan demikian BUMN bisa berkembang secara profesional, tapi tetap mengedepankan akhlak-akhlak dengan memberikan pesan-pesan yang mencerahkan umat di lingkungan BUMN,” ucap Rini.