Berita PTIQ- Pada tanggal 3-5 Oktober 2017, Fakultas Syariah Institut PTIQ Jakarta untuk pertama kalinya menggelar pelatihan litigasi bagi mahasiswa program studi al-Ahwal al-Syakhshiyyah. Kegiatan ini merupakan sebuah peristiwa baru di lingkungan PTIQ. Karena baru, maka wajar kegiatan ini asing didengar oleh kalangan mahasiswa. Namun, apabila dilihat dari segi bidang akademis, litigasi merupakan sebuah proses penyelesaian perkara di pengadilan yang mana hal ini termasuk subjek kajian akademis program studi al-Ahwal al-Syakhshiyyah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula PTIQ Lantai 2 ini dimulai bersamaan dengan launching Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum PTIQ dan pelantikan pengurus oleh Wakil Rektor IV Drs. Imam Addaruqutni, MA. Adapun kepengurusannya, saat ini LKBH PTIQ hanya terdiri dari beberapa dosen Fakultas Syariah. Selanjutnya, Dekan Fakultas syariah, Andi Iswandi, SHI, LLM juga memberitahukan dalam sambutan, bahwa dalam jangka waktu kedepan mahasiswa juga akan diikutsertakan dalam pelaksanaan kegiatan bahkan kepengurusan LKBH PTIQ.

Selain itu, Dekan Fakultas Syariah juga menghimbau mahasiswa untuk aktif dalam pelatihan litigasi yang diselenggarakan dan memperluas pengetahuan tentang ilmu hukum. Walaupun sejatinya prodi al-Ahwal al-Syakhshiyyah adalah Hukum Keluarga Islam, namun output yang dihasilkan harus mengetahui dan paham ilmu hukum lainnya. Ditambah lagi dengan telah keluarnya Peraturan Menteri Agama no. 33 Tahun 2016 tentang gelar akademik Perguruan Tinggi Keagamaan yang menyatakan mahasiswa yang lulus tidak lagi menyandang gelar Sarjana Hukum Islam (SHI). Melainkan gelar Sarjana Hukum (SH). “Maka dari itu, ini amanah bukan main-main”, tutur beliau.

Pemateri pelatihaan litigasi terdiri dari dosen-dosen Fakultas Syariah PTIQ, UIN Syarif Hidayatullah, pengacara, dan pihak kepolisian. Adapun materi pelatihan meliputi kode etik advokat, legal opinion, prosedur mengajukan perkara, pendampingan dalam penyelesaian perkara di pengadilan dan kepolisian, pembuatan surat kuasa, penyusunan gugatan, dan pendampingan masyarakat. (Rif_Q)