Standardisasi Museum Al-Qur’an PTIQ Jakarta

Standardisasi Museum Al-Qur’an PTIQ Jakarta

Warta PTIQ – Jum’at, 21 Desember 2018 Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkunjung ke Institut PTIQ Jakarta untuk melakukan standardisasi museum.

Kunjungan yang dipimpin oleh Ibu Mis’ari dari Asosiasi Museum Indonesia ini selain untuk tujuan standardisasi tapi juga untuk memberikan arahan bagaimana merawat dan memelihara museum.

Museum Al-Qur’an PTIQ merupakan museum yang berisi koleksi mushaf Al-Qur’an dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mushaf dari banyak negara lain juga ada di museum ini. Untuk koleksinya bisa dilihat di link ini.

Menurut kepala Museum Al-Qur’an, Pak Isprapto, museum ini awalnya merupakan koleksi pribadi dari para tokoh pendiri PTIQ seperti Ibnu Sutowo dan Umar Murad. Koleksi lainnya merupakan hibah dari berbagai daerah.

Menurut, Ibu Mis’ari, museum Al-Qur’an sangat penting untuk dijaga dan dipelihara karena merupakan warisan dari penyebaran Agama Islam.

Ia berharap, koleksi di museum ini bisa bertambah dan ada donatur yang bisa membantu kelangsungan pemeliharaan dari museum ini.

Ditemani dua orang lainnya yaitu Dimas dan Mita, Ibu Mis’ari menyarankan agar dibentuk dewan kurator museum yang berkompeten dalam mengelola koleksi dan bisa membuat story line dari masing-masing mushaf.

Hadir dalam kegiatan ini, wakil rektor II, Dr. Syamsul Bahri Tanrere, M.Ed, ditemani Direktur Pascasarjana Insitut PTIQ, Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, M.Si dan kepala biro umum, Zaini, M.Pd, serta kepala biro akademik, Dr. Muhammad Hariyadi, M.A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *