Peresmian Klinik Institut PTIQ 2017

Ma’had PTIQ – Berita PTIQ – Pada hari Kamis, tanggal 05 Oktober 2017 bertempat di Ma’had Darul Qur’an, PTIQ Jakarta, telah diselenggarakan peresmian klinik kesehatan bernama Klinik Darul Qur’an. Klinik ini dalam program pelaksanaannya bekerjasama dengan Mabrur Medifarma. Peresmian klinik ditandai dengan pemotongan pita oleh Rektor PTIQ, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatangan prasasti oleh Wakil Rektor II, Dr. Syamsul Bahri Tanrere, MA dan dari pihak Mabrur Medifarma.
Menurut Pak Nanang, selaku penanggung jawab pembangunan Klinik ini, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pendirian klinik ini dilatarbelakangi dengan keinginan pimpinan untuk membangun tempat kesehatan bagi mahasiswa yang ada di asrama Ma’had PTIQ. Gayung bersambut, akhirnya Medifarma yang melakukan koordinasi dengan Mabrur bersedia bekerjasama dengan PTIQ untuk mengelola klinik ini. Dengan adanya klinik ini diharapkan menjadi sarana medis bagi mahasiswa sehingga para orangtua merasa nyaman karena anak-anaknya difasilitasi dengan sarana medis. Di samping itu, realisasi dari konsep kebermanfaatan, bukan hanya buat mahasiswa tetapi juga buat institut sendiri sebagai penunjang akreditasi dan juga diharapkan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Rektor dalam sambutannya, pendirian klinik ini harus diniatkan untuk membantu Allah agar bisa menjadi amal jariyah, karena para mahasiswa yang ada di Ma’had PTIQ adalah orang-orang yang konsisten menjaga kalamullah. Dan para penjaga kalamullah notabenenya adalah keluarga Allah. Rektor juga berharap bahwa klinik bisa digunakan sebaik-baiknya baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat sekitar.
Hadir dalam acara peresmian klinik ini, para karyawan PTIQ dan beberapa mahasiswa yang tinggal di Ma’had PTIQ. Ucapan terimakasih juga disampaikan buat Mabrur Medifarma yang bersedia membangun klinik di Ma’had PTIQ ini. Insya Allah klinik ini berkah.
Dengan adanya klinik ini, mahasiswa secara tidak langsung diingatkan untuk senantiasa menjaga kesehatannya.
Karena dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Nikmat sehat yang diberikan oleh Allah harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Karena nikmat sehat itu adalah nikmat yang mahal. Banyak orang yang memiliki banyak harta, tapi kemudian hartanya habis karena mengobati penyakit yang dideritanya. Dan nikmat sehat yang diberikan kepada Mahasiswa sebaiknya digunakan dengan sebaik-baiknya untuk selalu serius menghafal dan menjaga hafalan Qur’annya.